Zum Hauptinhalt der Seite springen
Präsentiert von

Absensi Jasmine !!exclusive!! Access

Bu Ratna menghela napas panjang. Ia menuliskan keterangan “S” (Sakit—keterangan untuk keluarga) dengan agak menekan. Di dalam hati, ia khawatir. Bukan hanya soal nilai, tapi tentang beban yang dipikul gadis seusia Jasmine.

Tapi di buku absensi, Bu Ratna tidak langsung menulis “H”. Ia menutup buku itu sejenak, lalu berbisik, “Nak, kamu kuat?” absensi jasmine

Dan Jasmine? Ia lulus dengan nilai yang biasa saja, tapi ia tumbuh menjadi wanita yang kelak, di tempat kerjanya, akan selalu memperhatikan rekan yang paling sunyi, dan diam-diam menuliskan titik kecil di hatinya untuk mereka. Absensi bukan sekadar catatan hadir atau tidak. Kadang, di balik sebuah nama, ada kisah yang butuh dilihat, bukan sekadar dicoret. Bu Ratna menghela napas panjang

Setiap pagi, pukul 06.45, Bu Ratna, guru wali kelas XII IPA 1, selalu memegang buku absensi biru tua. Buku itu sudah lusuh di sudut-sudutnya, tetapi masih setia mencatat kehadiran tiga puluh dua siswa. Namun, selama sebulan terakhir, ada satu nama yang selalu menyisakan tanda tanya: . Bukan hanya soal nilai, tapi tentang beban yang